1. Penyusunan kurikulum pada tingkat
satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan
yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya:
a. Model-model kurikulum tingkat satuan
pendidikan untuk SD/ MI/ SDLB/ SMP/ MTs/ SMPLB/ SMA/ MA/ SMALB, dan SMK/ MAK
pada jalur pendidikan formal kategori standar;
b. Model-model kurikulum tingkat satuan
pendidikan untuk SD/ MI/ SDLB/ SMP/MTs/ SMPLB/ SMA/ MA/ SMALB, dan SMK/MAK pada
jalur pendidikan formal kategori mandiri;
2. Penyusunan kurikulum pada tingkat
satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman
pada panduan yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model
kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
3. Model-model kurikulum tingkat satuan
pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan
pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan
apabila menggunakan sistem kredit semester.
4. Kurikulum tingkat satuan pendidikan
SD/ MI/ SDLB, SMP/ MTs/ SMPLB, SMA/ MA/ SMALB, SMK/ MAK, atau bentuk lain yang
sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/ karakteristik
daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.
5. Sekolah dan komite sekolah, atau
madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan
dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi
lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di
bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani
urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.
6. Kurikulum tingkat satuan pendidikan
dan silabusnya untuk program paket A, B, dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota
yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum
sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar